PENGUKURAN KEBERHASILAN PROYEK


Pengukuran keberhasilan proyek

Keberhasilan proyek dapat mencakup kriteria tambahan terkait dengan strategi organisasi dan untuk pencapaian hasil bisnis. Sasaran proyek ini mungkin termasuk tetapi tidak terbatas pada:
o   Melengkapi rencana manajemen manfaat proyek
o   Indikator keuangan (termasuk dalam memilih proyek/investasi), termasuk tetapi tidak terbatas pada:

  • Nilai bersih sekarang / Nett Present Value (NPV) 

adalah Selisih total nilai present value dari seluruh penerimaan dan pengeluaran (ΣPV penerimaan – ΣPV pengeluaran) atau net discounted cash flow. Dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini. NPV (net present value) = nol, adalah bila ΣPV penerimaan = ΣPV pengeluaran, dan ini terjadi pada rate tertentu yang disebut IRR. Semakin tinggi nilai NPVnya (NPV > 0), maka semakin baik.

  • Laba atas investasi / Return of Investment (ROI)

adalah laba atas investasi – adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi, relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. Semakin tinggi nilai ROI maka menandakan investasi tersebut memberikan pengembalian yang jauh lebih baik.

  • Tingkat pengembalian internal / Internal Rate of Return (IRR)

tingkat keuntungan yang diperoleh (dalam %) dari hasil investasi,  terhadap nilai investasi yang ditanam. IRR secara matematis, adalah tingkat rate, dimana Net Present Valuenya (antara penerimaan dan pengeluaran) sama dengan nol. IRR sebaiknya harus  ≥ bunga Bank. Semakin tinggi IRR, maka semakin baik usaha tersebut untuk dipilih.

  • Periode pengembalian / Pay Back Period (PBP)

adalah metode evaluasi kelayakan suatu investasi dengan mencari periode yang diperlukan untuk mengembalikan jumlah investasi yang telah dikeluarkan berdasarkan arus kas yang diharapkan dari investasi yang didanai. Semakin singkat periodenya, maka semakin baik.

  • Rasio manfaat-biaya /  Benefit Cost-Ratio (BCR)

analisis yang diperlukan untuk melihat sampai sejauh mana perbandingan antara nilai manfaat terhadap nilai biaya jika dilihat pada kondisi nilai saat ini / present value (PV). Semakin besar nilai BCR, maka semakin baik.
o   Memenuhi kasus bisnis tujuan non keuangan
o   Melengkapi pergerakan organisasi dari kondisi saat ini keadaan masa depan yang diinginkan

Memenuhi syarat dan ketentuan kontrak

o   Mencapai strategi organisasi tujuan dan sasaran
o   Mencapai kepuasan pemangku kepentingan
o   Adopsi pelanggan pengguna akhir dapat diterima
o   Integrasi hasil (deliverable) ke lingkungan operasi organisasi
o   Pencapaian mutu yang disepakati
o   Memenuhi kriteria tata kelola, dan
o   Mencapai ukuran atau kriteria kesuksesan lainnya yang disepakati (misalnya proses pencapaian produksi)

Sebuah proyek dapat dianggap sukses dari sudut pandang lingkup jadwal anggaran tetapi tidak berhasil dari sudut pandang bisnis Hal ini dapat terjadi ketika ada perubahan dalam kebutuhan bisnis atau lingkungan pasar sebelum proyek selesai

 

Referensi :

  • Pohan, Fauzi, 2019. Modul Cost Engineering. Yogyakarta : Zamil Publishing
  • Asiyanto, Construction Project Cost Management, Pradnya Paramita, Jakarta, 2005
  • Asiyanto, Construction Project Cost Management, Presentasi PPT Materi Kuliah Estimasi dan Pengendalian Biaya Konstruksi, Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Departemen Teknik Sipil, Depok, 2008
  • PMBOK Guide Edisi ke-6, Pedoman Kerangka Ilmu Manajemen Proyek,  PMI Indonesia Chapter, Jakarta, 2017